Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) 2018

Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) 2018 :

U2M (UTILIZATION OF UNUSED MATERIALS) PEMANFAATAN LIMBAH HASIL KONSTRUKSI BANGUNAN SEBAGAI BAHAN UTAMA DALAM REHABILITASI TERUMBU KARANG

Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) merupakan program bantuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni bagi mahasiswa dalam upaya peningkatan nilai tambah masyarakat sasaran dan perbaikan kualitas lingkungan. Beberapa mahasiswa FPIK  UHO yang di ketuai oleh Sofyan Setiawan, melaksanakan PKM-M di Desa Tanjung Tiram, Kec. Moramo Utara, Kab. Konawe Selatan. Kegiatan ini berlangsung mulai bulan Mei sampai Juli 2018. Rehabilitasi terumbu karang menjadi topik utama dalam program  tersebut.

Tim PKM-M mahasiswa FPIK UHO mencoba memanfaatkan limbah yang berasal dari hasil konstruksi bangunan sebagai bahan utama dalam media rehabilitasi terumbu karang. Limbah tersebut  dapat berupa bongkahan beton, batu bata, pecahan keramik lantai, besi cor dan lainnya. Subtrat berbahan keras dan solid sangat baik bagi media penempelanan karang alami maupun dari hasil transplantasi. Penggunaan limbah hasil konstruksi sebagai bahan rehabilitasi karang sesungguhnya merupakan dua langkah bijak sekaligus, yaitu memanfaatkan barang tak berguna/limbah (unused) dan memperbaiki kondisi lingkungan yang telah rusak.

Kegiatan PKM-M ini mendapat apresiasi dari Kepala Desa dan warga setempat. Mereka berharap agar semakin banyak lagi kegiatan seperti ini. Aksi ini dapat memperbaiki kerusakan terumbu karang yang rusak di sekitar perairan laut desa. Dimana terumbu karang disini sebagian besar telah rusak akibat aksi pemboman ikan. “Kalau terumbu karangnya dapat bagus lagi kami yakin ikan disini akan banyak lagi” tanggapan Kepala Desa.

Picture7 Picture8 Picture9 Picture10

VISITASI PROGRAM STUDI BDP 2018 OLEH BAN-PT

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dalam hal ini program studi Budidaya Perairan melaksanakan visitasi oleh BAN PT dengan tim Asesor Bapak : Prof.Dr.Ir. Mulyono Baskoro.,M.Sc dan Bapak Dr. Ir. Eddy Afrianto.,M.Si. yang dihadiri langsung oleh bapak Rektor UHO (Prof.Dr.Muhammad Zamrun F.,S.Si.,M.Si.,M.Sc). Alhamdulillah berjalan lancar semoga hasil yang akan diperoleh sesuai dengan nilai yang di harapkan, seperti hasil Akreditasi sebelumnya tanggal 23 september 2013 program studi ini mendapatkan nilai akreditasi “A”.

1 2 3 4 5 6

KULIAH UMUM FPIK “Peran Pendidikan Tinggi Perikanan dan Kelautan dalam Mengakselerasi Pembangunan Perikanan dan Kelautan di Indonesia

1

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan melalui program studi Perikanan Tangkap melaksanakan kuliah umum yang Insyah Allah akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal  : Minggu/ 20 Mei 2018

Pukul            : 15.30 WITA – selesai

Tempat         : Gedung Susi Pudjiastuti

Tema            : Peran Pendidikan Tinggi Perikanan dan Kelautan dalam Mengakselerasi

Pembangunan Perikanan dan Kelautan di Indonesia

Pembicara     : Prof.Dr.Ir.Mulyono S.Baskoro,M.Sc (Guru Besar Pemanfaatan Sumberdaya

Perikanan, IPB)

PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) FPIK

PELATIHAN PEMBUATAN LAMPU BAWAH AIR YANG MURAH DAN HEMAT ENERGI UNTUK KELOMPOK NELAYAN SKALA KECIL

Pelatihan pembuatan lampu bawah air yang murah dan hemat energi dilaksanakan untuk menjawab permasalahan yang dialami oleh nelayan jaring skala kecilyang beroperasi di sekitar perairan Wandoka Utara, Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi.

Nelayan di perairan Wandoka Utara menggunakan alat tangkap jaring yang dioperasikan pada malam hari dengan bantuan cahaya.  Walaupun pada prinsipnya alat ini adalah jaring insang namun nelayan setempat menyebut alat tangkap yang mereka gunakan sebagai alat tangkap ‘’bagan.’  Hasil tangkapan utama adalah jenis-jenis ikan pelagis kecil berupa layang, kembung, dan cumi-cumi

Alat tangkap jaring yang digunakan oleh nelayan Wandoka Utara ini tergolong sederhana dibandingkan dengan perkembangan alat penangkapan lain yang menggunakan lampu sebagai alat bantu penangkapan seperti bagan atau pukat cincin. Umumnya, lampu yang digunakan adalah lampu yang dipasang di permukaan yang terdiri dari rangkaian 2 lampu yang dihubungkan dengan accu sebagai sumber energi.

Penggunaan lampu accu pada permukaan air memiliki beberapa kelemahan, antara lain        (1) intensitas cahaya yang mencapai kolom air kurang maksimal akibat adanya pantulan atau hamburan dari permukaan; (2) cahaya yang dihasilkan tidak stabil terutama pada saat musim gelombang.  Lampu celup pabrikan sudah banyak tersedia di pasaran, namun nelayan tidak mampu membeli karena harganya sangat mahal dan harus dipesan dari luar Pulau Wakatobi.

Tim dosen dari Program Studi Perikanan Tangkap FPIK UHO (Hasnia Arami, M.Si.,         Dr. Naslina Alimina, Paduartama Tandipuang, M.Si.) mencoba membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh nelayan melalui kegiatan pelatihan pembuatan lampu bawah air yang murah dan hemat energi, dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh.  Pelaksanaan kegiatan tanggal 30 April-2 Mei 2018 bertempat di Kantor Kelurahan Wandoka Utara, Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi.  Kegiatan tersebut terdiri dari 3 tahap, yaitu: (1) tahap pertama, pengenalan prinsip penggunaan lampu bawah air; (2) tahap ke-dua, praktik pembuatan lampu; dan (3) tahap ke-3 uji coba lampu di “bagan” nelayan.

Kegiatan ini mendapat respon yang baik dari Lurah Wandoka Utara dan para nelayan.  Menurut nelayan, pelatihan ini sangat membantu sehingga mereka mengharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan.  Uji coba lapangan menunjukkan bahwa lampu yang dibuat oleh nelayan dapat dioperasikan dengan hasil tangkapan yang menggembirakan.

PENGAMBILAN HASIL TANGKAPAN UJI COBA LAMPU

1 2 3 11