Budidaya Perairan

Profil  Program Studi Budidaya Perairan (BDP) Profil PS.BDP 2016

  1. Sejarah

Program Studi Budidaya (PS-BDP) didirikan pada tahun 1995 dengan SK Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi nomor 463/DIKTI/Kep/1995 sebagai upaya Universitas Halu Oleo (UHO) merespon permintaan tenaga kerja profesional, terutama tenaga kerja profesional di bidang perikanan khususnya budidaya perairan. Meningkatnya kebutuhan tenaga profesional dalam bidang budidaya perairan untuk pengembangan sektor perikanan sejalan dengan pelaksanaan pembangunan di Indonesia yang dititikberatkan pada pembangunan sektor perikanan.

Kebutuhan tenaga profesional di bidang budidaya perairan dan titikberat pembangunan di sektor perikanan merupakan dua alasan penting yang menjadi dasar  bagi UHO untuk terlibat langsung dalam menyiapkan tenaga profesional yang  memiliki skills dan knowledge base di bidang perikanan khususnya budidaya perairan di Indonesia, terutama di Sulawesi Tenggara dan Indonesia Timur yang menjadi pangsa pasar utama dalam penyebaran SDM lulusan  Program Studi Budidaya Perairan- Fakultas Perikanan (FPIK) UHO.

PS-BDP berdiri  dan bernaung pertama kali dalam Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian (FAPERTA) UNHALU berdasarkan SK: 463/DIKTI/Kep/1995, 9 November 1995, SK izin operasional berdasarkan Nomor : 4729/D/T/K-N/2010 dan pertama kali merekrut mahasiswa baru sejak tahun 1995. Pada tahun 2006, PS-BDP, Jurusan Perikanan, FAPERTA UNHALU  beralih ke Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 1345/D/T/2006 tanggal 17 April perihal persetujuan Pembukaan FPIK UNHALU. Selanjutnya dikuatkan dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 52a/SK/J29/PP/2006 tanggal 18 April tentang pembukaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Dalam perkembangan PS-BDP pernah mendapatkan bantuan dana program SEMI-QUE pada tahun 2003-2005 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.  Pada tahun 2007-2012 PS-BDP telah terakreditasi BAN-PT dengan kualifikasi nilai B berdasarkan SK 015/BAN-PT/Ak-x/S1/VII/2007. Hampir bersamaan dengan pendirian FPIK, pada tahun 2006 Prodi BDP membuka satu konsentrasi khusus yang diberi nama PS BDP Konsenstrasi Abalone.

Selanjutnya pada tahun 2012, PS-BDP mengajukan proposal akreditasi ke BAN PT dan pada akhirnya pada tanggal 12 September 2013, untuk pertama kalinya di UHO dan satu-satunya program studi di Sulawesi Tenggara, program studi Budidaya Perairan mendapatkan akreditasi A dengan surat keputusan Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)  tentang nilai dan peringkat akreditasi program studi pada program sarjana no. 192/SK/BAN-PT/Ak-XVI/S/IX/2013 yang berlaku sejak tanggal 21 Desember 2013 sampai 21 September 2018.

Bersamaan dengan tiga Program studi lainnyaa di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, sejak tahun 2014,  PS-BDP dinaikkan statusnya dan berubah nama menjadi Jurusan Budidaya perairan.  Dengan demikian Jurusan BDP  membawahi 1 (satu) Program Studi Budidaya Perairan dan 1 (satu) konsentrasi Abalone.

Semenjak dibentuknya jurusan/progam studi Budidaya Perairan, kepemipinannya sudah beberapa kali berganti.  Adapun nama-nama ketua program studi BDP berdasarkan periodisasi kepemipimpinannya adalah sebagai berikut:

No Ketua Prodi BDP Periode/ Tahun
1. Ir. Utama K. Pangerang 1995-1998
2. Ir. Yusnaini, DEA 1998 – 2004
3. Ir. Abdul Rahman 2004 – 2006
4. Ir. Asnani, M.Si 2006 – 20011
5. Kadir Sabilu, S.Pi., M.Si 2011 – 2014
6. Agus Kurnia, S.Pi., M.Si., Ph.D 2014 – 2018
  1. Visi

Menjadi Program Studi yang unggul di tingkat internasional dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat khususnya pengembangan budidaya laut yang  berkarakter kewirausahaan pada tahun 2024. Visi PS-BDP juga termuat dalam dokumen Renstra PS-BDP tahun 2010-2014 dan juga dimuat secara online dalam situs : http//fpik.unhalu.ac.id.

  1. Misi

Untuk mewujudkan visi tersebut, PS-BDP mengemban misi sebagai berikut :

  1. Menyelenggarakan pendidikan dibidang budidaya perairan yang bermutu untuk menghasilkan sarjana yang memiliki kempetensi berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
  2. Mengembangkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang teknologi dan manajemen perikanan budidaya dengan prioritas budidaya laut khususnya komoditas unggulan abalone dan rumput laut.
  3. Membangun kemitraan (networking) dengan berbagai perguruan tinggi, lembaga pemerintah dan non pemerintah, pelaku usaha berskala nasional dan Internasional.