Insecure di Media Sosial

Hai, perkenalkan saya Mariati Alvia Ningsih biasa di panggil Via. Saya salah satu mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2017 di Universitas Halu Oleo.Saya juga merupakan penerima Beasiswa Baitul Maal Muamalat. Salam kenal yah

Teman-teman, saya sedikit membuat tulisan mengenai “Insecure”. Beberapa bulan lalu setelah saya nonton film Imperfect saya selalu berfikir bahwa Insecure benar-benar tidak baik buat diri kita sendiri, apalagi biasa kita merasa Insecure saat bermain media sosial. Untuk itu saya membuat tulisan sederhana ini

“INSECURE DI MEDIA SOSIAL”
Media sosial adalah salah satu bentuk lain dari pergaulan sosial masa kini. Di zaman sekarang kita hampir tidak bisa lepas dengan kehadiran media sosial.

Dari media sosial kita bisa bergaul dengan orang banyak, dan terjadilah kadang muncul ketidakcocokan, ketidaknyamanan, ketidakamanan, dan perasaan-perasaan negatif lain yang muncul karena berproses sosial tersebut.

Seseorang yang bermain media sosial bisa tidak percaya diri (insecure).

Insecurity/Insecure adalah hal yang wajar dirasakan oleh manusia, karena manusia cenderung kurang bisa menyadari kelebihannya sendiri dibandingkan orang lain.

Insecure  juga muncul karena berbagai hal yang disebabkan oleh diri mereka sendiri atau orang lain. Insecure dalam psikologi jika kita artikan merupakan sebuah upaya dari adanya emosi yang terjadi apabila kita menilai diri kita menjadi seorang inferior dari orang lain.

Kemudian mengenai suatu aspek tertentu yang terjadi di dalam kehidupan kita yang bisa kita anggap sebagai kehidupan yang relevan, serta hal- hal yang menjadi penilai dapat menimbulkan perasaan negatif di dalam diri kita.

Insecure sering terjadi karena banyaknya orang yang selalu tidak percaya diri.

Ada banyak contoh Insecure yang terjadi di kehidupan kita. Contohnya ini baru-baru saja terjadi di lingkungan saya, ada teman saya yang bahkan sampai jatuh sakit karena ia selalu mendapat komentar yang tidak baik tentang postur tubuhnya.

Teman saya ini memiliki postur tubuh yang bisa di bilang gemuk dan ia selalu di katakan “kamu terlalu gendut”.

Akibat dari perkataan orang-orang itu, ia menjadi sangat kefikiran dan gelisah, sehingga ia sampai membuat program diet, bahkan sehari dia hanya ngemil saja dan tidak makan nasi.

Karena beberapa komentar yang menyakitkan inilah yang membuat dia menjadi Insecure dan membuat program diet (ingin terlihat kurus), tapi malah jatuh sakit.

Teman saya ini sudah menjadi contoh Insecure di media sosial, dan dia membuat program diet hanya untuk terlihat kurus untuk bisa membuktikan kepada orang-orang yang selalu mengatakan hal buruk kepadanya.

Adapun contohnya juga ketika kita sedang membuka Instagram dan kita melihat seseorang membuat insta story yang menampilkan betapa langsingnya tubuhnya dan membuat kita sedikit minder karena tubuh kita sedikit gemuk.

Secara tidak langsung kita sudah insecure karena kita langsung membandingkan diri kita dengan orang lain.

Media sosial memang bisa menjadi tempat mendapat inspirasi. Namun bisa juga membuat seseorang menginginkan apa yang orang lain miliki sehingga merasa tidak cukup dengan apa yang dimiliki oleh diri sendiri.

Perasaan-perasaan negatif dalam bermedia sosial ini kemudian memunculkan perasaan Insecure, meski kadang kita tidak menyadari saat perasaan ini muncul di permukaan. Yang ada, adalah pelampiasan perasaan ini dalam bentuk tingkah laku tertentu.

Meski kedengaran sepele, pelampiasan perasaan negatif apapun itu sepertinya harus kita waspadai.

Banyak sekali yang selalu merasa Insecure karena bermain media sosial teurtama para wanita yang selalu ingin terlihat sempurna di dunia maya.

Ketika kita bermain media sosial pasti ada saja yang selalu membuat kita tidak percaya diri dan tidak menerima kelebihan yang kita miliki.

Akibatnya, bisa menjadi takut berinteraksi dengan orang lain. Padahal interaksi merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu alasan mengapa orang merasa tidak aman adalah mereka selalu menilai ada kekurangan dalam dirinya.

Ketika kita tidak percaya diri atau malu dengan diri sendiri, misalnya karena warna kulit, tinggi dan berat badan, bentuk wajah tak sesuai dengan keinginan, maka kita akan memancarkan aura canggung.

Hal seperti itu menimbulkan rasa tidak aman yang mungkin membuat kita iri dan cemburu terhadap orang lain. Iri pada orang lain bisa membuat kita membenci banyak orang.

Insecure harus bisa kita atasi agar kita tidak menjadi cemas dan khawatir karena rasa percaya diri bisa membuat kita menjadi orang yang tidak akan berkembang.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi rasa Insecure :

Perbanyak bersyukur.  Kita harus ingat, bahwa tuhan menciptakan manusia berbeda-beda. Jadi usahakan kita bisa lebih banyak bersyukur lagi dengan apa yang ada di diri kita sendiri.

Jangan pernah merasakan kurang, dan temukan sendiri kelebihan pada dirimu. Jangan lupa untuk mendekatkan diri sama sang pencipta yah.

Bijak menggunakan media sosial.
Media sosial yang banyak membuat seseorang menjadi Insecure, gunakan media sosial dengan bijak. Misalkan, ketika kamu melihat insta story seseorang jangan pernah kamu mebandingkan orang itu dengan dirimu. Usahakan ikuti Instagram seseorang yang bisa memotivasi dirimu. Contoh Instagram dari indra sugiorto beliau selalu membuat tulisan-tulisan yang memotivasi.

Selalu positive thinking. Ini hal yang harus selalu kita lakukan, ketika kamu bermain media sosial dan kamu merasa iri dengan orang lain, kamu harus bisa menyakinkan dirimu dengan berfikir bahwa “kamu juga bisa melakukannya”. Dengan berfikir positif itu saya yakin bisa membuat kita lebih bahagia dan tidak akan Insecure.

Bergaul dengan orang-orang yang selalu mendukungmu. Orang yang selalu ada di keliling kita itu, sangat bisa mendukung ataupun membantu mu.

Ketika kamu sedang tidak percaya diri dan kamu memiliki teman yang positif, pasti teman mu akan selalu mengingatkan kamu bahwa kamu bisa melakukannya dan kamu bisa melewati semua kerumitanmu.