Asesmen Lapangan Secara Daring Prodi Ilmu Pemerintahan

0_IMG202007150935440_IMG202007150936020_IMG20200715093626

Suasana asesmen lapangan secara daring Prodi Pemerintahan, Rabu, 15 Juli 2020

Program studi ilmu pemerintahan, hari ini, rabu (15/07) menjalani proses asesmen lapangan secara daring dari TIM asesor BAN PT, Dr. Tri Sulistyaningsih,M.Si dan Dr. Dewi Erowati, S.Sos.,M.Si.

Ilmu pemerintahan menjadi prodi pertama di Fisip yang diasesmen secara online.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung dua hari, 15 s/d 16 juli. Diawali dengan pembukaan oleh Dekan, Dr. La Tarifu. M.Si, dilanjutkan dengan pemaparan Buku IIIB borang institusi oleh Dekan, Ketua UJM dan SI, Hasriany Amin, S.Sos.,M.Si.

Setetelah pemaparan borang fakultas, dilanjutkan dengan pemaparan borang prodi oleh Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan, Saidin, S.IP.,M.Si.

Kegitan yang belangsung sejak pukul 09.00 Wita ini dilaksanakan di dua ruangan berbeda yakni untuk tim fakultas di ruang rapat senat dan untuk tim prodi di ruang rapat dosen.

Asesmen lapangan yang dilakukan melalui aplikasi zoom ini diikuti oleh asesor dari BAN PT, Ketua LPPMP UHO, Dekan, Wakil Dekan 1, Wakil Dekan 2, Wakil Dekan 3, Ketua UJM&SI, Sekretaris UJM&SI, Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan, dan para dosen ilmu pemerintahan.

“Sebuah Lingkaran”

Semakin kita dewasa semakin kecil sebuah lingkaran pertemanan kita. Sebuah penelitian psikologis dari Dr. Suzana E. Flores mengatakan bahwa penurunan dalam pertemanan akan terus berlanjut seiring dengan bertambahnya usia[1]. Dengan seiring bertambahnya usia kita akan memprioritaskan tipe orang seperti apa yang kita inginkan hadir dalam lingkaran pertemanan kita. Ternyata memang benar bahwa pada tahapan usia tertentu kita mengalami dinamika psikologis pertemanan yang berbeda. Misalkan, waktu SMP kita memiliki lingkaran pertemanan yang bahkan seperti persahabat bagai kepompong, saat SMA mulai banyak drama-drama dalam sebuah pertemanan. Adapun saat duduk di bangku kuliah sudah merasa bahwa drama-drama dalam pertemanan itu berkurang karena kita sudah malas atau tidak terlalu peduli lagi dengan sesuatu yang menurut kita itu hanya sia-sia.

Menurutku teman atau sahabat adalah unsur penting dalam hidup setelah keluarga. Sebuah lingkaran pertemanan dapat mempengaruhi kehidupan sosial seseorang dan bisa membantu seseorang untuk membentuk dirinya sendiri. Dan seiring bertambahnya usia, prioritas-prioritas lain yang lebih penting daripada teman pun kerap bermunculan yang berakibat pada pergeseran sikap seseorang terhadap lingkaran pertemanannya.

Dengan sebuah lingkaran pertemanan yang sehat kita bisa membuat diri kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Karena berada dalam lingkaran pertemanan yang sehat memberikan banyak dampak yang baik. Seperti, kita pasti berkembang lebih baik, entah dari cara berpikir, berkata atau bertindak. Lingkaran pertemanan bahkan dapat mempengaruhi kesehatan kita.

Sebuah penelitian yang dilakukan University of Notre Dame menemukan bahwa kekuatan struktur dan ikatan pertemanan mampu membaca seperti apa kesehatan secara umum yang dimiliki seseorang.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Public Library of Science (PLOS ONE) ini mengumpulkan data yang dilakukan di dalam kelompok perteman seperti misalnya berapa banyak berjalan, tidur, detak jantung, dan level aktivitas. Partisipan juga diminta mengisi survei mengenai perasaan mereka.

Hasilnya, pertemanan yang baik akan memberikan hasil aktivitas positif yang lebih tinggi, perasaan kepuasan dan kebahagiaan yang lebih tinggi dengan tingkat stres lebih rendah. Begitu pula sebailiknya, jika seseorang merasa tertekan atau tidak menjadi dirinya sendiri ketika menjalani pertemanan, maka tingakt stresnya tinggi sedangkan tingkat kepuasan dan kebahagiaannya rendah.

Oleh karena itu, ketua penelitian, Nitesh V. Chawla, Frank M. Freimann menarik kesimpulan bahwa struktur pertemanan atau kehidupan sosial mampu mengukur tingkat kesehatan, kebahagiaan dan stres.

Jadi, sebuah lingkaran pertemanan itu merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk kita bisa ngebentuk diri kita sendiri bahkan untuk kesehatan kita. Dengan adanya lingkaran pertemanan yang sehat kita bisa medapatkan banyak hal positif, dukungan dan tentunya tetap bisa menjadi diri sendiri.

Adapun beberapa hal yang menurutku bisa di katakan lingkaran pertemanan yang sehat, yaitu:

  1. Jadi diri sendiri

Ketika berada di sebuah lingkaran pertemanan kita bebas menjadi diri sendiri dan tidak perlu menjadi orang lain. Dan ketika kita berbuat salah mereka mau menegur kita secara langsung bukan membicarakan kita di belakang.

  1. Selalu suportif

Ini sangat penting dalam sebuah lingkaran pertemanan, karena dengan kita memiliki teman yang suportif kita selalu medapatkan sebuah dukungan. Jadi mereka selalu mendukung apa yang kita akan lakukan asalkan itu positif.

  1. Tidak menghakimi atau menuntut

Mereka harus bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan kita. Jadi mereka lebih bisa memahami kita dan menerima kita apa adanya.

Itulah hal-hal yang menurutku ada di sebuah lingkaran yangs sehat. Jadi, untuk itu dalam sebuah lingkaran pertemanan tentunya kita harus bisa saling mengerti. Paham dengan hal baik itu sifat, sikap dari teman kita semua dan kita bisa menerima kekurangan teman kita. Intinya perteman itu perihal take and give.

1 Juli 2020,

Mariati Alvia Ningsih

Muamalat Scholar Awardee

*Tulisan ini merupakan salah sata dari Pembinaan Penerima Beasiswa Baitul Maal Muamalat agar Penerima Beasiswa mampu aktif menulis di Media dengan berbagai macam topik.

[1] https://journal.sociolla.com/lifestyle/alasan-circle-pertemanan-mengecil diakses pada 1 Juli 2020, pukul 14.39

Fisip akan Menyelenggarakan Seminar Internasional ” Global Policy in Handing Covid Pandemic”

baru agilDalam waktu dekat FISIP akan menyelenggaran seminar internasional dengan tema “Global Policy in Handing Covid Pandemic”, yang akan  menghadirkan pembicara Associate Prof. Dr. Worakamol Wisetsri (King Mongkut’s University of Technology North Bangkok – Pracharat, Bangkok) dan Assistant Professor James M Strickland, Ph.D, (School of Politics and Global Studies Arizona State University USA).

Rektor UHO, Prof. Dr. Muh. Zamrun Firihu, M.Sc akan menjadi keynote speaker, dan Dekan Fisip, Dr. La Tarifu, S.Pd.,M.Si akan menjadi pembicara pembuka dalam kegiatan Virtual International Seminar on Social and Political Sciences, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, University Halu Oleo 2020 (VISSPS-FISIP UHO 2020).

Kegiatan ini juga nantinya akan dipandu oleh moderator, Netty Herawaty, S.IP.,M.Si (School of Politics and Global Studies Arizona State University USA) dan Faturachman Alputra Sudirma, S.IP.,M.A (Faculty of Social and Political Science, Halu Oleo University).

Kegiatan yang akan berlangsung pada 20 s/d 21 september 2020 ini dapat diikuti oleh berbagai kalangannya baik itu sebagai peserta maupun sebagai pemateri. Informasi lebih lanjut mengenai seminar internasional ini dapat diakses melalui  Link Pendataran VISSPS 2020

Pengumuman Peserta KIPK Lulus Verifikasi UHO Jalun SNMPTN

Berikut pengumuman peserta beasisiwa Kartu Indonesia Pintar Kuliah jalur SNMPTN Tahap 1 angkatan 2020 Universitas Halu Oleo. Download pengumuman disini Pengumuman Beasiswa KIPK Lulus Verifikasi Jalur SNMPTN

Bagi yang Mahasiswa Baru (MABA) yang namanya tercantunm dalam pengumuman ini diwajibkan melakukan registrasi online melalui link https://forms.gle/WdNLrCi2WZkGxanG8 . Registrasi online dimulai tanggal 07 s/d 12 Juni 2020.

Bagi yang tidak melakukan registrasi online sesuai waktu yang telah ditentukan maka dianggap mengundurkan diri.