“Sebuah Lingkaran”

Semakin kita dewasa semakin kecil sebuah lingkaran pertemanan kita. Sebuah penelitian psikologis dari Dr. Suzana E. Flores mengatakan bahwa penurunan dalam pertemanan akan terus berlanjut seiring dengan bertambahnya usia[1]. Dengan seiring bertambahnya usia kita akan memprioritaskan tipe orang seperti apa yang kita inginkan hadir dalam lingkaran pertemanan kita. Ternyata memang benar bahwa pada tahapan usia tertentu kita mengalami dinamika psikologis pertemanan yang berbeda. Misalkan, waktu SMP kita memiliki lingkaran pertemanan yang bahkan seperti persahabat bagai kepompong, saat SMA mulai banyak drama-drama dalam sebuah pertemanan. Adapun saat duduk di bangku kuliah sudah merasa bahwa drama-drama dalam pertemanan itu berkurang karena kita sudah malas atau tidak terlalu peduli lagi dengan sesuatu yang menurut kita itu hanya sia-sia.

Menurutku teman atau sahabat adalah unsur penting dalam hidup setelah keluarga. Sebuah lingkaran pertemanan dapat mempengaruhi kehidupan sosial seseorang dan bisa membantu seseorang untuk membentuk dirinya sendiri. Dan seiring bertambahnya usia, prioritas-prioritas lain yang lebih penting daripada teman pun kerap bermunculan yang berakibat pada pergeseran sikap seseorang terhadap lingkaran pertemanannya.

Dengan sebuah lingkaran pertemanan yang sehat kita bisa membuat diri kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Karena berada dalam lingkaran pertemanan yang sehat memberikan banyak dampak yang baik. Seperti, kita pasti berkembang lebih baik, entah dari cara berpikir, berkata atau bertindak. Lingkaran pertemanan bahkan dapat mempengaruhi kesehatan kita.

Sebuah penelitian yang dilakukan University of Notre Dame menemukan bahwa kekuatan struktur dan ikatan pertemanan mampu membaca seperti apa kesehatan secara umum yang dimiliki seseorang.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Public Library of Science (PLOS ONE) ini mengumpulkan data yang dilakukan di dalam kelompok perteman seperti misalnya berapa banyak berjalan, tidur, detak jantung, dan level aktivitas. Partisipan juga diminta mengisi survei mengenai perasaan mereka.

Hasilnya, pertemanan yang baik akan memberikan hasil aktivitas positif yang lebih tinggi, perasaan kepuasan dan kebahagiaan yang lebih tinggi dengan tingkat stres lebih rendah. Begitu pula sebailiknya, jika seseorang merasa tertekan atau tidak menjadi dirinya sendiri ketika menjalani pertemanan, maka tingakt stresnya tinggi sedangkan tingkat kepuasan dan kebahagiaannya rendah.

Oleh karena itu, ketua penelitian, Nitesh V. Chawla, Frank M. Freimann menarik kesimpulan bahwa struktur pertemanan atau kehidupan sosial mampu mengukur tingkat kesehatan, kebahagiaan dan stres.

Jadi, sebuah lingkaran pertemanan itu merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk kita bisa ngebentuk diri kita sendiri bahkan untuk kesehatan kita. Dengan adanya lingkaran pertemanan yang sehat kita bisa medapatkan banyak hal positif, dukungan dan tentunya tetap bisa menjadi diri sendiri.

Adapun beberapa hal yang menurutku bisa di katakan lingkaran pertemanan yang sehat, yaitu:

  1. Jadi diri sendiri

Ketika berada di sebuah lingkaran pertemanan kita bebas menjadi diri sendiri dan tidak perlu menjadi orang lain. Dan ketika kita berbuat salah mereka mau menegur kita secara langsung bukan membicarakan kita di belakang.

  1. Selalu suportif

Ini sangat penting dalam sebuah lingkaran pertemanan, karena dengan kita memiliki teman yang suportif kita selalu medapatkan sebuah dukungan. Jadi mereka selalu mendukung apa yang kita akan lakukan asalkan itu positif.

  1. Tidak menghakimi atau menuntut

Mereka harus bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan kita. Jadi mereka lebih bisa memahami kita dan menerima kita apa adanya.

Itulah hal-hal yang menurutku ada di sebuah lingkaran yangs sehat. Jadi, untuk itu dalam sebuah lingkaran pertemanan tentunya kita harus bisa saling mengerti. Paham dengan hal baik itu sifat, sikap dari teman kita semua dan kita bisa menerima kekurangan teman kita. Intinya perteman itu perihal take and give.

1 Juli 2020,

Mariati Alvia Ningsih

Muamalat Scholar Awardee

*Tulisan ini merupakan salah sata dari Pembinaan Penerima Beasiswa Baitul Maal Muamalat agar Penerima Beasiswa mampu aktif menulis di Media dengan berbagai macam topik.

[1] https://journal.sociolla.com/lifestyle/alasan-circle-pertemanan-mengecil diakses pada 1 Juli 2020, pukul 14.39

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *