PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) FPIK

PELATIHAN PEMBUATAN LAMPU BAWAH AIR YANG MURAH DAN HEMAT ENERGI UNTUK KELOMPOK NELAYAN SKALA KECIL

Pelatihan pembuatan lampu bawah air yang murah dan hemat energi dilaksanakan untuk menjawab permasalahan yang dialami oleh nelayan jaring skala kecilyang beroperasi di sekitar perairan Wandoka Utara, Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi.

Nelayan di perairan Wandoka Utara menggunakan alat tangkap jaring yang dioperasikan pada malam hari dengan bantuan cahaya.  Walaupun pada prinsipnya alat ini adalah jaring insang namun nelayan setempat menyebut alat tangkap yang mereka gunakan sebagai alat tangkap ‘’bagan.’  Hasil tangkapan utama adalah jenis-jenis ikan pelagis kecil berupa layang, kembung, dan cumi-cumi

Alat tangkap jaring yang digunakan oleh nelayan Wandoka Utara ini tergolong sederhana dibandingkan dengan perkembangan alat penangkapan lain yang menggunakan lampu sebagai alat bantu penangkapan seperti bagan atau pukat cincin. Umumnya, lampu yang digunakan adalah lampu yang dipasang di permukaan yang terdiri dari rangkaian 2 lampu yang dihubungkan dengan accu sebagai sumber energi.

Penggunaan lampu accu pada permukaan air memiliki beberapa kelemahan, antara lain        (1) intensitas cahaya yang mencapai kolom air kurang maksimal akibat adanya pantulan atau hamburan dari permukaan; (2) cahaya yang dihasilkan tidak stabil terutama pada saat musim gelombang.  Lampu celup pabrikan sudah banyak tersedia di pasaran, namun nelayan tidak mampu membeli karena harganya sangat mahal dan harus dipesan dari luar Pulau Wakatobi.

Tim dosen dari Program Studi Perikanan Tangkap FPIK UHO (Hasnia Arami, M.Si.,         Dr. Naslina Alimina, Paduartama Tandipuang, M.Si.) mencoba membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh nelayan melalui kegiatan pelatihan pembuatan lampu bawah air yang murah dan hemat energi, dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh.  Pelaksanaan kegiatan tanggal 30 April-2 Mei 2018 bertempat di Kantor Kelurahan Wandoka Utara, Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi.  Kegiatan tersebut terdiri dari 3 tahap, yaitu: (1) tahap pertama, pengenalan prinsip penggunaan lampu bawah air; (2) tahap ke-dua, praktik pembuatan lampu; dan (3) tahap ke-3 uji coba lampu di “bagan” nelayan.

Kegiatan ini mendapat respon yang baik dari Lurah Wandoka Utara dan para nelayan.  Menurut nelayan, pelatihan ini sangat membantu sehingga mereka mengharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan.  Uji coba lapangan menunjukkan bahwa lampu yang dibuat oleh nelayan dapat dioperasikan dengan hasil tangkapan yang menggembirakan.

PENGAMBILAN HASIL TANGKAPAN UJI COBA LAMPU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *